Showing posts with label Tips Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Tips Kesehatan. Show all posts

09 June 2017

Kenapa Gigi Sering Kropos?

Penyebab utama gigi kropos adalah kurangnya asupan kalsium dan mineral, karenanya banyak terjadi di negara dengan kejadian kekurangan gizi yang tinggi. Sebagian orang menyangka karena kuman atau bakteri yang menginfeksi mulut dan gigi, tetapi kekurangan kalsium dan mineral adalah penyebab utamanya. Karenanya kita bisa mendapati ibu hamil yang kekurangan gizi, terutama asupan kalsium, beberapa giginya kropos dan tanggal karena kekurangan kalsium, dimana kalsiumnya terambil oleh janin sedangkan asupan kalsium kurang ketika hamil.
Selain itu gigi mudah kropos juga bisa karena faktor keturunan. Jika ibunya mudah kropos giginya, bisa jadi anaknya juga mengalami gigi keropos. gen ibu yang kurang mengandung mineral dan kalsium menurun dan sehingga anak juga kekurangan kalsium.
Sebab lainnya adalah adanya plak yang tidak dibersihkan. Plap adalahtempat berkumpulnya mikroorganisme yang bisa menghasilakn zat yang bersifat asam dan ini bisa mengikis lapisan gigi. Gigi mudah rapuh dan akhirnya kropos
Solusinya jika gigi mudah kropos yaitu:
  • Kontrol rutin ke dokter gigi.
  • Mengontrol plak gigi dengan rutin membersihkannya.
  • Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, bisa juga dengan obat kumur.
  • Jangan sering makan makanan yang bisa menimbulkan plak misalnya karbohidrat pada cemilan yang manis.

Oleh: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh Rubrik Kesehatan konsultasisyariah.com) 

5 Penyakit Yang Sering Muncul Saat Musim Hujan

Musim hujan harus kita waspadai dengan munculnya beberapa penyakit yang sering muncul. Musim hujan yang dingin, banjir, kehujanan dan berbagai macam faktor bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang mungkin sering muncul ketika musim hujan
1.Batuk-Pilek dan influenza
Tidak sedikit yang terkena penyakit ini ketika musim hujan. Bahkan rata-rata sudah pernah terkena penyakit ini ketika musim hujan baik sebentar atau kambuh-kambuhan dalam waktu yang lama. Jika terkena gunakan masker dan banyak minum air putih serta tetap jaga tubuh agar tetap hangat
Segera periksakan: jika demam tubuh sudah sangat tinggi dan batuk-pilek tidak sembuh-sembuh dalam waktu tiga hari lebih walaupun sudah mendapat obat simptomatik seperti paracetamol untuk meredakan demam
2.Penyakit Kulit (herpes, kutu dan jamur)
Penyakit kulit herpes simpleks cukup banyak terjadi ketika musim hujan. Gejalanya lebih ke arah nyeri daripada gatal dan muncul seperti printil-printil dalam ruam kemerahan dalam tubuh. Sedangkan ktut umumnya kutu air pada sela-sela jari tangan atau kaki. Bisa terasa gatal, nyeri dan terkadang berbau serta cukup menganggu. Sedangkan infeksi jamur kulit umumnya terjadi pada lipatan-lipatan tubuh semisal selangkangan dan payudara.
Segera periksakan: semakin awal anda periksakan dan mendapat terapi, semakin baik. Karena perlu didiagnosa dengan tepat apa penyebabnya. Salah memberi terapi salep malah membuat penyakit semakin parah, misalnya memberikan salep antiradang pada penyakit infeksi kulit karena jamur.
3.Diare
Cukup banyak juga yang terkena diare. Karena memang sanitasi ketika musim hujan kurang baik. Patogen penyebab diare mudah menyebar serta disertai penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan.
Segera periksakan: jika diare hebat dan disertai mual-muntah yang sering sehingga mengalami dehidrasi.
4.Demam Berdarah dan Chikungunya
Dua penyakit ini adalah “saudara sepupu” hanya saja demam berdarah lebih bisa menyebabkan kematian. Keduanya disebarkan oleh nyamuk yang memang berkembang biak pedat di saat musim hujan.
Segera periksakan: jika demam tinggi lebih dari tiga hari, muncul bintik-bintik merah serta sendi-sendi sakit.
5.Leptospirosis
Terkenal juga dengan penyakit kencing tikus, karena memang disebabkan oleh bakteri leptospira dengan media penularan melalui tikus. Bakteri mudah berkembang di lingkungan yang kotor dan berlumpur. Bisa jadi air kencing tikus terbawa oleh aliran air ketika musim hujan.
Segera periksakan: jika terasa nyeri hebat di tenggorokan, batuk, nyeri kepala, nyeri pada otot dan mukosa kulit berwarna kuning.
Demikian semoga bermanfaat

By dr. Raehanul Bahraen 

Sumber:
https://konsultasisyariah.com/24250-5-penyakit-yang-sering-muncul-saat-musim-hujan.html

03 June 2017

Mengurangi Resiko Ibu Meninggal saat Hamil, Melahirkan dan Nifas

Oleh Elfiyani, A.Md.Keb.

Baca ya sampai habis, kalau perlu dishare nanti, kalau setuju..

Kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas di Indonesia besar. Tahun 2016 lebih 4000 ibu meninggal. Mungkin termasuk saudari, teman atau tetangga anda salah satunya. Ada?

SALAH PERSEPSI KITA
Selama ini kita berpikir dokter, bidan, dan rumah sakitlah yang harus berjuang keras dan bertanggungjawab untuk menurunkan Angka Kematian Ibu. Dan akhirnya memang demikian...

Tapi setelah usaha keras  oleh semuanya tadi,  kok angka kematian ibu masih saja tinggi. Tidak turun-turun.

Ternyata kita salah persepsi.

Ibu hamil (dan suaminya) beserta keluarganya, adalah manusia dewasa. Bukan anak-anak.

Dokter, Bidan, Kemenkes, Rumah Sakit, juga bukan bapak dan ibunya.

Tugas dokter, bidan, kemenkes, rumah sakit adalah menyediakan fasilitas.

Tetapi tugas ibu, suami dan keluarga adalah yang paling penting. Yaitu...

HAL YANG DAPAT MENCEGAH KEMATIAN IBU HAMIL...
Hal yang dapat mencegah kematian ibu adalah kesadaran Ibu hamil, suami, dan keluarga ibu hamil itu sendiri.
Kesadaran bahwa nasib si ibu hamil ada ditangan mereka sendiri.

PENGETAHUAN
Ibu hamil, suami dan keluarga haruslah sadar (aware) bahwa kehamilan adalah sesuatu yang berisiko. Kehamilan bukanlah peristiwa biasa-biasa saja.
Angka Kematian Ibu Tinggi. 200 dari 100.000 ibu hamil, melahirkan dan nifas akan meninggal.

LANGKAH PRAKTIS: PERHATIAN
Jika anda hamil, istri anda hamil, ada anggota keluarga anda yang hamil. Lakukan langkah ini:
1. Buat BPJS. Ini akan menolong jika ada apa-apa. Dari segi biaya.
2. Kontrol dengan bidan langganan. Sebulan sekali. Jika tak ada dana, kontrol di BPJS.
3. USG dengan SpOG saat 13,20,34 minggu. Jika tak ada dana, ya 20 minggu saja.
4. Cek Lab: Hb, Hbsag, HIV, dan gula darah. Saat hamil 14 minggu. Jika tak ada dana, ke Puskesmas.

BERTANGGUNGJAWABLAH
Ibu hamil bertanggungjawablah pada diri sendiri. Suami bertanggungjawablah pada anak dan istrimu. Keluarga bertanggungjawablah pada anggota keluarga tersayangmu.

Pastikan ibu hamil didekat anda, mendapatkan 4 langkah diatas.

Dan memastikan hal itu, bukan tugas bidan, dokter dan rumah sakit. Itu adalah tugas dan tanggungjawab anda sendiri.


Sumber:
Disampaikan oleh Elfiyani, A.Md.Keb. melalui WA
Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/baby-foot-blanket-newborn-child-1178539/

22 March 2017

Mewaspadai Sejak Dini dan Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk. Virus dengue ditularkan sebagian besar oleh nyamuk Aedes, khususnya tipe nyamuk Aedes aegypti. Ini karena nyamuk tersebut menyukai hidup berdekatan dengan manusia. Nyamuk ini juga suka bertelur di wadah-wadah air yang dibuat oleh manusia. Nyamuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari. Satu gigitan dapat menginfeksi manusia.

Data Statistik Penderita DBD

Demam Berdarah Dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Terhitung sejak tahun 2004 hingga tahun 2010, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi kedua setelah Brazil.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Di Indonesia Demam Berdarah pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, dimana sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia (Angka Kematian (AK) : 41,3 %). Dan sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan RI, jumlah penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari tahun 2016 sebanyak 8.487 orang penderita DBD dengan jumlah kematian 108 orang. Golongan terbanyak yang mengalami DBD di Indonesia  pada usia 5-14 tahun mencapai 43,44% dan usia 15-44 tahun mencapai 33,25%.

Gejala Terinfeksi DBD

Gejala yang dapat timbul jika terinfeksi dengue antara lain:
1.    Demam tinggi 39-40d C
2.    Terdapat bintik merah di kulit yang tidak hilang ketika ditekan, ditarik dan diregangkan
3.    Terjadi perdarahan pada hidung / mimisan
4.    Nyeri otot dan sendi
5.    Muntah dan tidak enak badan

Pertolongan Pertama Penderita DBD

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada penderita DBD adalah
1.    Memberikan minum air putih sebanyak mungkin
2.    Kompres dengan air hangat agar panasnya turun
3.    Memberikan obat penurun panas
4.    Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik, segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit

Cara Pencegahan DBD

DBD 3M Plus
Menteri Kesehatan RI, Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek SpM (K) menyatakan bahwa pencegahan DBD yang ampuh bermula dari bagaimana kita menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk.

Masyarakat perlu mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah, antara lain melalui peningkatan Gerakan Jumat Bersih untuk membrantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.

Saat ini, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: 
1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain;
2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya; dan
3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:
1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
3) Menggunakan kelambu saat tidur;
4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
5) Menanam tanaman pengusir nyamuk;
6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas, DBD pada tahun ini diperkirakan puncaknya akan jatuh pada bulan April 2017. Dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk waspada dan menerapkan PSN serta 3M Plus

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, waspadalah.....!!! waspadalah....!!!


Sumber:
-    Buletin Jendela Epidemiologi
-    Depkes RI
-    Leaflet Promkes Puskesmas I Ajibarang
-    Surat DKK Banyumas Perihal Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus DBD
-    Wikipedia Indonesia
-    WHO